Profil Bandara

Bandar Udara Internasional Hang Nadim adalah salah satu badan usaha milik Badan Pengusahaan Batam (BP Batam) dengan kode IATA: BTH dan kode ICAO: WIDD. Berjarak sekitar 22 kilometer dari pusat Kota Batam, Kepulauan Riau, Bandara Hang Nadim berada di jalur perdagangan segitiga emas antara Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Sebagai pintu gerbang internasional yang menghubungkan Batam dengan seluruh dunia, Bandara Hang Nadim beroperasi di area seluas 1.762 ha dengan luas terminal mencapai 30.000 m2. Dengan landasan pacu sepanjang 4.025 m dan lebar 45 m, menjadikan Bandara Hang Nadim sebagai bandara dengan landasan terpanjang di Indonesia dan nomor dua di ASEAN.

Setiap harinya, Bandara Hang Nadim melayani rata-rata enam penerbangan. Kapasitas penumpang Bandara Hang Nadim ± 5 juta/tahun, dengan kapasitas saat jam puncak operasional mencapai ± 1.400 penumpang/hari.

Dalam pengoperasiannya, saling berkoordinasi antara pihak maskapai penerbangan, ground handling, CIQ, Airnav, terminal service, avsec, AMC dan information service, dan lain-lain.

Rute Populer Domestik

Rute Populer Internasional

Spesifikasi Bandara

image

FASILITAS BANDARA

SISI UDARA

Runway

Taxyway

Apron

Navigasi

Visual
Aids

Refueling

Menyediakan jasa pengendalian lalu lintas udara dan penyediaan ruang gerak pesawat.

SISI DARAT

Jalan
Akses

Gudang

Bengkel
Alat Berat

Elektronika

Menyediakan ruang gerak bagi kendaraan darat dan ruang bagi fasilitas pendukung operasi penerbangan.

TERMINAL

Keamanan

Kantor

Toko

Restoran

Kafetaria

Bank

Kantor
Pos

Memproses penumpang dan barang, penyediaan kebutuhan lain penumpang, serta penyediaan ruangan bagi fasilitas penunjang operasi penerbangan.

Hang+Nadimm+-+DAM+01+-+1500x1000

Petugas yang Andal dan Selalu Siaga

Bandara Hang Nadim memiliki layanan Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK) dengan personel bersertifikat.

Terlatih dan Berdedikasi

Bandara Hang Nadim memiliki Avsec yang terlatih dalam menangani berbagai situasi demi keamanan dan kelancaran seluruh pengguna jasa bandara.

Hang+Nadim-Area+Bandara-04

Sejarah

Bandara Hang Nadim resmi beroperasi pada tahun 1973 dengan status sebagai pelabuhan udara khusus untuk menunjang operasional Pertamina. Di awal operasinya, landasan pacu Bandara Hang Nadim sepanjang 700 meter. Pesawat yang beroperasi pada saat itu antara lain tipe Skyfan (Skyvan), Britain Norman (Britten-Norman), dan Casa (Cassa). Seiring peningkatan pertumbuhan dan fungsi, Bandara Hang Nadim pada tahun 1995 resmi ditetapkan sebagai bandara internasional yang melayani rute penerbangan domestik dan internasional. Selanjutnya tahun 1999, Hang Nadim ditetapkan sebagai bandara kelas satu utama yang menjadikan Hang Nadim sebagai Hub Airport dan Entry Port untuk penerbangan Internasional keluar dan masuk wilayah Indonesia.

Nama bandara berasal dari nama seorang pahlawan bergelar laksamana. Menurut sejarah, Laksamana Hang Nadim adalah pejuang hebat pada masa pendudukan Portugis di Kerajaan Melayu Malaka.

Putar Video

Visi

Menjadi penyedia jasa kebandarudaraan yang bertaraf internasional untuk menunjang dan mendorong keberhasilan pembangunan nasional.

Misi

Menyediakan prasarana dan sarana bandar udara yang andal, optimal dan terintegrasi serta Mewujudkan kelembagaan yang efektif yang didukung oleh sumber daya manusia yang profesional dan peraturan perundangan yang komprehensif.

Panduan Bandara

Panduan bagi para penumpang.
Bandara+Iconography_Departure

Prosedur keberangkatan bagi penumpang yang berangkat dari Hang Nadim.

Bandara+Iconography_Arrival

Prosedur kedatangan bagi penumpang yang tiba di Hang Nadim.

Bandara+Iconography_Transit

Prosedur transit bagi penumpang yang meneruskan penerbangan di Hang Nadim.

Bandara+Iconography_Transportation

Hang Nadim bisa diakses dari berbagai moda transportasi. Sesuaikan dengan kebutuhan perjalanan Anda.